Dampak Negatif dari Berita Hoax

Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju dan mutakhir membuat akses kita untuk melihat dunia luar melalui intrnet menjadi sangat mudah dibandingkan beberapa tahun ke belakang. Hanya dengan sebuah gadget dan akses internet yang memadai, maka setiap waktu kita disuguhi berita terbaru dari seluruh dunia.

Berita tersebut tersebar luas dan mudah ditemukan di berbagai platform-platform di dunia maya. Bukan hanya dari portal berita saja, saat ini berita dan informasi bisa tersebar luas dengan cepat di platform yang sering digunakan masyarakat dari berbagai kalangan seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lain sebagainya.

Saat ini, berita yang tersebar dapat dikonsumsi oleh seluruh kalangan masyarakat dari anak – anak hingga orang dewasa. Namun, adanya akses yang lebih mudah ini tidak selalu memberikan keuntungan bagi kita. Internet masih memiliki potensi menyebarkan hal negatif jika kita tidak bisa menyaring sumber informasi yang baik.

Selain itu, ada sekitar 800.000 situs penyebar hoax di Indonesia saat ini dan masih menjadi tantangan bagi Direktorat Jenderal Informasi & Komunikasi Publik oleh karenanya melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) sebagai humas pemerintah akan berupaya segera memberantas informasi-infomasi HOAX.

Hoax merupakan berita palsu yang sengaja dibuat dan disebarluaskan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menimbulkan ketakutan atau kehebohan. Terdapat juga hoax yang dibuat untuk menipu publik. Ironisnya, meskipun terdengar sepele, namun hoax bisa menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat. Di antaranya:

Hoax Membuang Waktu dan Uang

Membaca berita hoax dapat menimbulkan banyak kerugian bagi individu ataupun kelompok tertentu. Hal ini terjadi karena produktivitas yang menurun akibat efek mengejutkan dari berita hoax.
Menurut penelitian, bagi perusahaan, kerugian minimal bisa mencapai Rp 10 juta per tahun, sementara individu bisa Rp 200 ribu per tahun. Semua ini bisa terjadi jika setiap pekerja menghabiskan waktu 10 detik saja per hari untuk membaca email atau pesan hoax. Bayangkan saja jika berita hoax terus berlarut-larut dan dibahas dalam waktu lama, tentu saja kerugian semakin bertambah.

Hoax Menjadi Pengalihan Isu

Di dunia maya, hoax ini bisa digunakan untuk memuluskan aksi ilegal mereka khususnya bagi para penjahat siber. Penjahat siber diketahui sering menyebar berita hoax soal adanya kerentanan sistem pada sebuah layanan internet, misalnya Google Gmail.
Nah, dalam hoax ini, si hacker bisa saja menyertakan tautan tertentu yang disarankan untuk diklik agar terhindar dari kerentanan sistem Gmail tadi. Padahal, tautan tersebut justru berisi virus yang bisa membajak Gmail.

Hoax Menjadi Penipuan Publik

Jenis penipuan ini umumnya bertujuan untuk menarik simpati masyarakat yang percaya dengan hoax tersebut, lalu dianjurkan untuk menyumbangkan sejumlah uang. Anehnya ada saja yang terjebak dan mau menyumbangkan uang tersebut tanpa berpikir lebih dalam atau detail apakah berita tersebut terbukti benar ataupun salah.
Banyak orang yang akhirnya tertipu dengan hoax tersebut dan pada akhirnya terlanjur mengirimkan sejumlah uang yang lumayan besar.

Hoax Memicu Kepanikan Publik

Biasanya hoax yang satu ini memuat berita yang merangsang kepanikan khalayak publik, dan beritanya berisikan tentang tindak kekerasan atau suatu musibah tertentu. Ini merupakan tujuan hoax yang paling banyak diminati oleh si pembuat hoax, memicu terjadinya kepanikan publik. Bahkan, guna menghentikan kepanikan, biasanya media massa atau media online harus membantu masyarakat dan mengklarifikasi bila kabar-kabar tadi hanya hoax
Solusi yang dapat kita lakukan untuk memberantas penyebaran hoax yang amat merugikan ini adalah dengan mengecek sumber dari berita yang didapat dan keaslian faktanya serta meneliti keaslian dari foto yang biasa dicantumkan di dalam artikel dengan menggunakan Google.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *